Membayar paket umroh bukan pembelian barang yang bisa diretur kapan saja. Uang muka biasanya besar, jadwal sudah ditetapkan, dan dokumen diproses atas nama Anda. Karena itu, memeriksa travel sebelum transfer bukan sikap berlebihan.
Berikut hal yang sebaiknya tertulis dan bisa Anda periksa sendiri.
Izin resmi penyelenggara
Travel umroh di Indonesia harus memiliki izin sebagai penyelenggara perjalanan ibadah umroh. Jangan berhenti pada logo atau sertifikat yang dipajang di kantor. Cocokkan nama badan hukumnya dengan daftar resmi yang dikeluarkan Kementerian Agama. Perhatikan juga masa berlaku izin dan apakah nama perusahaan di kontrak sama dengan nama yang terdaftar.
Travel yang memakai nama merek berbeda dari badan hukumnya bukan otomatis bermasalah, tetapi Anda perlu memastikan hubungan keduanya jelas. Minta penjelasan tertulis bila ada keraguan.
Kontrak dan rincian paket
Kontrak sebaiknya memuat nama hotel, jarak ke masjid, tanggal keberangkatan dan kepulangan, jenis kamar, jumlah jamaah per rombongan, serta fasilitas yang termasuk. Hindari kontrak yang hanya menyebut “hotel bintang empat” tanpa nama. Bintang hotel tidak memberi tahu jarak atau kualitas layanan.
Tanyakan apakah tiket dan visa sudah termasuk. Bila termasuk, minta jenis tiket dan ketentuan perubahan jadwal. Bila tidak, hitung sendiri biayanya agar tidak terkejut.
Pembayaran ke rekening perusahaan
Transfer ke rekening perusahaan, bukan rekening pribadi pemilik atau agen. Simpan bukti transfer dan kuitansi resmi. Hindari pembayaran tunai tanpa tanda terima, terutama dalam jumlah besar.
Waspadai penawaran yang meminta pelunasan cepat dengan iming-iming harga jauh di bawah pasar. Harga murah bisa sah, tetapi tekanan untuk segera membayar tanpa dokumen jelas adalah tanda yang perlu dipertanyakan.
Kebijakan pembatalan dan pengembalian dana
Tanyakan apa yang terjadi bila jamaah membatalkan karena sakit, visa ditolak, atau keberangkatan ditunda. Minta ketentuannya tertulis, termasuk persentase yang dikembalikan dan biaya yang tidak bisa dikembalikan. Kontrak lisan sulit dipertahankan ketika masalah muncul.
Bila travel menunda keberangkatan, tanyakan kompensasi dan jadwal pengganti. Jangan hanya menerima janji melalui pesan singkat.
Rekam jejak dan referensi
Minta kontak jamaah yang pernah berangkat dengan travel tersebut. Bila tidak diberikan, cari ulasan di beberapa sumber dan perhatikan pola keluhan, bukan hanya skor bintang. Keluhan tentang hotel yang jauh, pembimbing yang tidak hadir, atau jadwal yang berubah berulang lebih penting daripada satu ulasan marah.
Periksa juga apakah travel punya kantor yang bisa dikunjungi. Alamat yang hanya berupa kotak pos atau nomor virtual perlu dijelaskan.
Bandingkan dengan pilihan mandiri
Sebagian orang lebih tenang memakai travel, terutama bila baru pertama kali berangkat atau membawa lansia. Sebagian lain memilih mengurus visa, tiket, dan hotel sendiri karena ingin lebih fleksibel. Keduanya punya risiko dan biaya yang berbeda.
Perbandingan antara umroh lewat travel dan mandiri, termasuk hal yang perlu diperiksa pada masing-masing pilihan, bisa dibaca di Wiki Umroh. Situs itu juga membahas dokumen dan persiapan yang sering terlewat.
Sebelum menandatangani
Baca kontrak sampai selesai, termasuk bagian kecil. Tanyakan hal yang belum jelas, lalu minta jawabannya dimasukkan ke dalam perjanjian. Jangan menandatangani hanya karena rombongan sudah mendaftar atau karena kuota dikatakan hampir penuh.
Setelah semuanya tertulis, barulah transfer uang muka. Perjalanan ibadah sebaiknya dimulai dengan keputusan yang tenang, bukan dengan rasa terburu-buru.









